Headlines News :
Home » , , » Musik Cadas Religi, hadrah gaya ngerock abis

Musik Cadas Religi, hadrah gaya ngerock abis

hadroh rock,musik religi
Musik cadas jalan Ilahi
begitulah kira-kira pesan dan spirit yang di usung oleh sekelompok jamaah rebana  Jamiyah Ma’syarol Amin (JMA) Janggalan, Kudus, Tawa Tengah.
Ditengah tengah gempuran musik dari berbagai aliran yang masuk dan di gandrungi oleh semua kalangan masyarakat, sekelompok pemuda ini justru membuat sebuah alternatif dengan memadukan aliran rock pada aransemen lagu-lagu sholawat tanpa meninggalkan alat musik utamanya yaitu rebana.

Sambil melantunkan salawat, tangan Amank (salah satu personel) terus memukul jidur. Semakin lama, pukulan semakin keras, dan alunan salawat pun tambah semangat. Begitu bersemangat, hingga Amank dan grupnya tak menyadari kedatangan Prioritas Selasa pekan lalu. Bergabung dalam kelompok Jamiyah Ma’syarol Amin (JMA), Amank, 35 tahun, hampir tiap hari memukul jidur di serambi Masjid Al-Muammar, Janggalan, Kudus, Tawa Tengah

Jidur adalah salah satu alat musik yang di pakai dalam hadrah rock, sebuah jenis musik yang dikembangkan Amank dan teman-temannya. Jidur mirip bedug, namun ukurannya lebih kecil. Selintas tak ada bedanya dengan bedug. Tapi jika diamati, tutup jidur ternyata tidak menggunakan kulit dan membrannya berbentuk seperti drum. Jika ditabuh akan mengeluarkan suara bass drum.

Alat musik ini merupakan bagian penting dalam hadrah rock. Dengan jidur, musik yang dihasilkan tak seperti hadrah tradisional yang biasa dipakai mengiringi acara-acara keagamaan. Tapi musiknya lebih enerjik, menghentak-hentak namun tetap enak di dengar. Inilah ciri khas hadrah rock, sekaligus yang membedakannya dengan hadrah biasa.

Baik jidur maupun hadrah rock, asal muasal dan pengembangnya sama, yakni Amank dan JMA. Berbekal insting musiknya, Amank yang pernah menjadi vokalis salah satu grup musik rock, mencoba menghentak-hentakkan drumnya di rumah sambil melantunkan salawat. Merasa enak didengar, ia kemudian memperkenalkan karyanya ke anggota JMA dan memainkannya di serambi masjid yang sekaligus menjadi ‘studio’ JMA. Belakangan di ‘studio’ itu, Amank dan teman-temannya berhasil mengolah dan mengaransemen hadrah salawatan tradisional menjadi musik enerjik yang diterima banyak orang, khususnya kalangan anak muda.

Menurut Amank, ia berhasil membuat jidur dan memperkenalkan hadrah rock karena kecintaannya kepada musik hadrah atau yang biasa disebut musik rebana. Masih kata Amank, sekalipun musik rebana atau hadrah umumnya melantunkan puji-pujian kepada Sang Pencipta dan Rasulnya, namun sekarang musik itu banyak ditinggalkan. Salah satunya karena bentuknya yang tak pernah berubah. Khawatir tergerus zaman, pada 2006 Amank berjuang keras mencari sesuatu yang baru dan akhirnya berhasil membuat hadrah rock.

Mustakim | Rubayyi Astari | Ficky Ubaidilah (Kudus)
Tabloid Prioritas, Edisi 11 Tahun 1
Share this article :

1 comments:

Unknown said...

gooooooooooooooooooooooood

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Blog Esoftdream - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger